What’s Your Motive?
Dalam hidup, kita terlalu terbiasa sama yang namanya alasan. Segala sesuatu harus ada alasannya. Kenapa makan? Karena lapar. Kenapa mandi? Karena badan kotor. Kenapa selingkuh? Karena hubungan sama pasangan lagi nggak bener.
Kalau mau ditarik lebih jauh, alasan saja jadi tidak cukup. Mulai deh hadir satu kata baru, yaitu motivasi. Apa motivasi dari perbuatan elo? Motivasi elo deket-deket sama dia kenapa? Apakah karena pengen sesuatu? Motivasi elo datang ke gereja untuk apa? Cari Tuhan? Cari teman? Cari pacar? Banyak.
Beberapa hari yang lalu gw bicara dengan seorang teman (lebih baik nggak usah disebut siapa namanya deh, nanti jadi masalah lagi) tentang urusan perasaan. Dia bilang, “Lebih baik elo banyak bicara sama diri sendiri deh, cari tahu apa yang elo mau dari hubungan ini. Ngertiin dulu, motivasi elo deket sama dia itu apa?”
Balik-baliknya alasan, balik-baliknya motivasi. Nggak salah sih, memang kecenderungan manusia ingin mengerti segalanya, nggak terlalu suka teka-teki, butuh penjelasan.
Yang agak bikin ribet sih sebenarnya ketika pertanyaan, “Apa motivasi elo?” dipasangkan dengan suatu hal yang memang nggak punya motivasi sama sekali. Misalnya urusan perasaan deh. Terkadang tuh ada rasa-rasa tertentu yang memang datang tanpa alasan atau motivasi apapun.
‘Cinta’ lebih sering jadi terlalu abstrak untuk dikasih alasan atau motivasi. Makanya urusan cinta suka ribet. Selain cinta, bisa mungkin hal-hal lain, seperti misalnya kebiasaan memberi. Terkadang kita memberi tanpa motivasi apa-apa, walau mungkin untuk kebanyakan orang, kata ‘memberi’ bisa dikawinkan dengan:
“Supaya dia senang.”
“Supaya orang melihat gimana baiknya gw.”
“Untuk ucapan terima kasih.”
“Supaya diberi.”
“Supaya menyenangkan hati Tuhan.” (ini yang tipe-tipe religius)
“Karena ingin menjilat.”
“Supaya dia mau jadi pacar gw.”
Bisa macem-macem ya, tapi sekali lagi, terkadang hal-hal seperti ‘memberi’ ini tidak dibarengi motivasi.
Jadi hati-hati kalau bertanya soal motivasi. Apalagi kalau kita sudah terlalu ngotot menghakimi, tanpa mencari fakta. Kenapa begini, kenapa begitu? Kenapa memberi?
Paling pahit kalau jawabannya, “Nggak ada motivasi apa-apa, cuma jadi diri sendiri. Memberi karena.. memang suka memberi.”
- 2 Comments »
- Posted in Live on August 20th, 2008

September 2nd, 2008 at 6:22 pm
Setuju. Gw paling bingung klo ditanya, “ngapain sie, nolongin dia? kan buang2 waktu lu aja?”..
Ujung2nya ya gw jawab, “Selama gw masih bisa membantu, kenapa enggak? Besides, he/ she needs help gitu.” Wkwkwkwk.
September 19th, 2008 at 2:42 pm
Ember. Posting yang ini 100% CURHAT. LOL.