What Comes Out Of You?
Gw masih inget banget ketika seorang ‘kakak’ mengajari gw satu tips penting dalam mencari pasangan hidup. Tes karakternya. Katanya cara paling bagus untuk bisa mengenal karakter seseorang adalah melihat bagaimana reaksi dia ketika ‘diinjek kakinya’
Tentunya ini bukan secara literal ya (well, it could also be literally, hehehe).
Maksudnya begini, tentu mudah sekali untuk kita jatuh cinta pada seseorang ketika kondisi kehidupannya lagi senang-senang saja. Semua yang bagus bisa dipasang di depan (apalagi kalau masih stage pendekatan, semua manis). Tapi ketika orang itu lagi ‘diinjek kakinya’, biasanya karakter aslinya keluar. Ibaratnya buah jeruk, kalau diperes, enak nggak rasa jusnya? Busuk nggak? Nanti kalau sudah terlihat ‘aslinya’, tinggal tanya sama diri sendiri, masih mau nggak sama dia?
Pandji juga pernah bilang hal yang sama, kurang lebih begini omongan dia, “How you react towards problems is who you are!” Cara paling gampang untuk menilai orang ya memang itu balik-baliknya. Gimana reaksi orang tersebut ketika dihadapi oleh masalah (sometimes it only takes small problem to support this point).
Semakin gw perhatiin, semakin dianalisa, hal ini memang sangat benar. Dua orang yang berbeda, menghadapi masalah yang sama, bisa beda reaksinya tergantung karakter masing-masing. Misalnya ketika kita digosipin, atau mungkin difitnah, atau mungkin ribut sama temen baik, reaksinya apa?
Apakah kita akan gosip balik?
Atau mungkin memfitnah balik?
Atau jangan-jangan ngediemin temen baik kita berhari-hari (for some people this could be years)?
Atau yang sekarang lagi ngetrend banget, tulis aja lewat blog atau micro-blog
Jelek-jelekkin orang yang kita nggak suka, atau mungkin nyindir. Yah, semua-semuanya itu relatif ya, tinggal bagaimana kita menilai seseorang saja.
Hari ini gw mendapat tawaran yang sangat menarik dari seseorang yang mau membela gw, yaitu membalaskan ‘dendam’ (mungkin lebih tepatnya, ‘rasa kesal’) kepada seseorang yang dengan mudah sekali bisa gw jatuhkan melalui satu ketikan, ‘OK, do it for me please!’ di BB messenger, hehehe. Tapi terus gw mikir, “Kalau gw kayak begitu ke dia, apa bedanya gw sama dia?” So I decided to say thanks, but no thanks.
Kalau memang betul, “How you react towards problems is who you are”, tandanya gw lagi pembuktian nih. Bukan kepada orang lain, namun lebih kepada diri sendiri. I’m far above my problems, I’m far above all the stupid things that he/she did
Jadi, kalau lo lagi nyari pasangan untuk seumur hidup, jangan keburu-buru. Tunggu sampai dia ‘diinjek kakinya’.. kalau hidupnya senang-senang saja, mungkin elo yang bisa ‘injek kakinya’, hehehe…
- 5 Comments »
- Posted in Learn on September 12th, 2008

September 12th, 2008 at 8:46 pm
jadi udah ngga mau bales dendam lagi kan?
Revenge is always the weak pleasure of a little and narrow mind.
agree anyone?
September 13th, 2008 at 9:09 am
As requested, ini comment di blog… Hehehe…
Elemen paling akhir dari buah ROH adalah “self-control”, yet it’s the hardest one to get. Tapi sekalinya kita punya penguasaan diri, the other 8 elements can be gotten easier somehow. 
Nice writing.
I like this part best, “…tulis aja lewat blog atau micro-blog…”
Jbu.
October 3rd, 2008 at 7:46 pm
sebenarnya ini adalah ungkapan “kekesalan sederhana “dari seorang larasati silalahi atau ungkapan pemahaman tentang mencari pasangan hidup?
tentang balas dendam, bagi g balas dendam bisa “di legalkan”,selama kita bisa menanggung resiko dari perbuatan itu, dan masalahnya g tdk sanggup menanggung resiko tersebut..jadi g lebih milih mendiamkan saja org2x sadis teman2x g itu…
October 3rd, 2008 at 7:56 pm
Hahaha, believe me, Oi.. it’s got nothing to do with me looking for ‘pasangan hidup’
Itu cuma colekkan supaya enak masuknya aja ke topik sebenarnya hahahahaha.. kebetulan memang itu prinsip yang diajarkan.
December 8th, 2008 at 3:44 pm
huahahahhaha…sumpah yang ini tulisan lo bikin gw ngakak setengah mati….masa mau cari pasangan hidup harus di injek dulu biar ketauan aslinya..huahahha..becanda deing jeng….
iya..iya…bener kok, karakter orang bisa di baca ketika dia susah atau sakit……
tapi biasanya kita mencari karakter negative dari output yang negative juga..
tapi kalo mnurut gw karakter juga harus di lihat dari sisi senangnya juga ras….karena reaksi orang beda2 ketika menghadapi kesenangan juga…..bisa jadi mereka bersyukur,over react, atau malah menjadi angkuh…berarti bisa di nilai juga karakter orangnya dari situ…lain kata melihat sesuatu yang negative dari output yang positive….itu menurut gw lho ras…:)