
Minggu pertama 2009 bukan minggu yang gampang buat keluarga gw, mungkin ada beberapa di antara temen-temen gw yang tau soal my beloved uncle yang passed away on the 1st day of 2009.
I could write pages and pages about my late uncle, but I’m sure that is not the point of myself writing this. Kalo gw cuma bisa menuliskan satu hal baik tentang Tulang (panggilan di suku Batak) gw ini adalah passionnya dalam mengajar. Tulang Parouli Pakpahan seorang dosen di ITB, Bandung, by the way.
Sewaktu gw on the way ke Bandung dengan keluarga, mama cerita satu hal yang bikin gw tersentuh. Mama bilang, dari dia kecil, ada dua abangnya yang punya kemiripan, keduanya sama-sama pintar, selalu rangking satu, dan menjadi kesayangan guru. Salah satunya adalah Tulang Parouli ini. Yang membedakan Tulang Parouli dengan kakak-kakak mama yang lain adalah hatinya untuk sesama. Mungkin kalau mau ditandingin kepinterannya, ada kakak mama yang lebih jenius dan memang terbukti otaknya gokil. Tapi kalau mama nanya PR sama dia, langsung dibikinin, lalu bukunya dibalikin dengan semua pertanyaan yang sudah lengkap dengan jawaban (tinggal adik-adiknya yang bingung gimana cara ngerjain ulang), sementara kalau Tulang Parouli selalu dengan sabar mengajar detil ke mama gimana proses mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan.
That’s the difference between being smart and being a teacher. Nggak heran kalau Tulang Parouli memang suka mengajar, karena passion-nya adalah ingin berbagi ilmu. My uncle has passed away, but his passion for teaching.. lives on.
Yang membedakan seorang guru dengan seseorang yang (hanya) pintar adalah hatinya. It takes a heart that loves the people to enables someone in becoming a teacher. Harus punya hati yang mau berbagi, yang mau melihat kehidupan orang lain maju karena pengetahuan yang kita punya.
Being smart is not everything. It doesn’t stop there. We need to do more, and that includes TO SHARE. Bayangkan berapa banyak anak-anak Indonesia yang nggak mempunyai kesempatan untuk belajar cuma karena kita terlalu ‘pelit’ berbagi ilmu.
Ketika gw baca fakta ‘12 juta anak Indonesia putus sekolah’, I was broken hearted. Mungkin sedikit banyak, karena kita kurang mau berbagi juga mendukung adanya fakta ini. Being smart is one thing, and then.. what’s next?
Setelah kepergian uncle gw kemarin, I realized that his passion also lives in me. I love to teach, i love to help people around me realizing their potentials. Semoga aja elo punya passion yang sama. Paling enggak, elo punya hati untuk ngebantu orang lain, so let’s do something about this.
Let’s start to share.
Your money. Your passion. Your knowledge. Anything. Starts with what’s in your hands.