Si Lautan Api
Perempuan itu berlari mendekati lautan api yang melahap habis apa saja yang ada di dekatnya.
Saya bilang, “Jangan lari ke arah sana! Bahaya! Kamu bisa terbakar!”
Ia hanya memandangiku dengan tatapan kosong, seperti tidak mempunyai pilihan yang lain.
Saya berdoa di dalam hati, semoga perempuan itu baik-baik saja, banyak orang-orang yang mencintainya, menunggunya pulang ke rumah.
Ia tetap mencoba menerobos puing-puing bangunan yang sudah setengah terbakar. Saya kasihan. Saya lari mendekat ke arahnya, menarik tangannya, dan mencoba berteriak sekuat tenaga, “Untuk apa masuk ke sana? Kamu akan terbakar!!!”
Dia bilang, ada sesuatu yang harus diselamatkan.
Hal apa yang lebih penting dari nyawanya? Saya tidak mengerti. Tangan saya sakit karena dia menepis dengan keras, ditambah lagi panasnya api yang mulai membakar kulit saya.
Perempuan itu berhasil mendorong saya jatuh. Dia menghilang dibalik asap dan lautan api yang semakin membesar. Hal apa yang lebih penting dari nyawanya?
Saya masih tidak mengerti.
- 1 Comment »
- Posted in Learn, Love on March 12th, 2009

March 20th, 2009 at 4:49 pm
btw laras..mungkin intinya jangan memulai main api?,ntr bisa terbakar..hehe. apalagi bermain api dlm gelapnya cinta,waduh bisa kena asapnya yg meleleh..haahaa..tp sepanjang bisa menjaga api itu gpp kok duunks?..hehe.