Go to content Go to navigation Go to search

Perempuan Yang Berbagi

sisterhood

Viewpoint – HerWorld February 2009

Tidak mudah untuk bisa mengerti dunia perempuan seutuhnya meskipun Anda bergender sama, belum lagi kalau Anda laki-laki (mencoba membaca majalah ini untuk mengerti cara pikir perempuan), pastinya banyak misteri yang tidak Anda mengerti.

Sedikit pengakuan, sebenarnya saya adalah tipe perempuan yang lebih suka bergaul dengan lawan jenis. Mungkin karena semasa kecil lebih banyak bermain dengan kakak dan adik laki-laki, saya merasa aman apabila ada bersama dengan mereka. Alasan lain? Selama masih remaja, saya sering mengalami masalah dengan kebiasaan-kebiasaan sahabat perempuan yang suka bergosip, memfitnah, dan terlalu gampang iri (ya memang, ketika sudah berumur 26 tahun seperti sekarang, saya sadar kalau laki-laki juga ada yang begitu). Saat itu saya memutuskan untuk tidak membuka diri untuk bersahabat dengan sesama jenis, apalagi membiarkan diri saya mempercayai mereka.

Okay, okay, don’t hate me just yet. Cara pandang saya sekarang sudah diubahkan bersama dengan berjalannya waktu. Ya, memang harus diakui, ada sisi perempuan yang akan selalu menjadi misteri untuk laki-laki, dan ‘kekosongan’ itu hanya bisa diisi oleh sesama perempuan.

Menurut artikel oleh Hara Estroff Marano dari Psychology Today, “Secrets of Married Men” yang mengutip psikiater Scott Haltzman, M.D., rata-rata perempuan berbicara 7.000 kata setiap harinya, sementara laki-laki hanya 2.000 kata. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Allan dan Barbara Pease di buku mereka “Why Men Don’t Listen & Women Can’t Read Maps” yang memberikan data yang mirip kisarannya. Hmm.. bisa jadi, itulah alasan mengapa persahabatan antara perempuan seringkali diwarnai dengan sesi bergosip dan curhat. Perempuan lebih banyak bicara juga disebabkan oleh kebutuhan ingin berbagi.

Mungkin itu juga yang menjadi ide dasar dari dibuatnya novel (oleh Anne Brashares) dan film ‘The Sisterhood of The Traveling Pants’, yang memang inti ceritanya tentang kehidupan empat orang perempuan muda yang walaupun terpisah oleh jarak, tetap berbagai kisah lewat sepasang celana jeans (walau sampai sekarang masih menjadi misteri untuk saya, how could one jeans size fits four body types and sizes? Rocket science!).

Sama seperti saya, Anda dan sahabat-sahabat perempuan memiliki satu kesamaan yang akan selalu menjadi benang merah dari setiap persahabatan antara perempuan, yaitu kata ‘berbagi’.

We Share The Need
Kenalan dulu dengan Irene, salah satu sahabat saya yang sangat mengerti urusan kecantikan. Hobinya adalah menata rambut, saat ini dia sedang merintis karirnya sebagai hairstylist di Jakarta dan Perth. Sebenarnya Irene bukan tipe perempuan yang suka menghadiri pesta-pesta yang mengharuskan dia untuk berdandan, namun dia punya sentuhan magis ketika harus berurusan dengan kecantikan wajah dan rambut.

Nah, berbicara soal kecantikan, cuma sesama perempuan yang mengerti kebutuhan untuk berpenampilan maksimal! Iya, memang sih, katanya laki-laki jaman sekarang juga suka dandan, tapi secara general, laki-laki masih tidak mengerti kenapa perempuan menghabiskan berjam-jam hanya untuk berdandan, atau mengkhususkan hari Sabtunya untuk pergi ke salon, sekedar manicure, pedicure, dan spa rambut. Ketika kita dikelilingi sahabat-sahabat perempuan, kita bisa sebebas mungkin membahas kebutuhan-kebutuhan yang paling terdalam sekalipun.

We Share The Language
Berbicara soal bahasa, Anda harus kenal dengan sahabat saya, Tasia. Tasia mewarisi kemampuan dasar seorang perempuan, yaitu multitasking! Terkadang saya terpana melihat dia makan, sambil menyelesaikan pekerjaan kantor, ngobrol dengan beberapa orang, sambil mencoba beberapa pasang sepatu yang baru saja dikeluarkan dari kotak-kotaknya. Hahaha! Perempuan yang satu ini juga sangat berbakat dalam linguistik, suka menulis dan bermain kata-kata.

Kalau Anda tipe orang yang memperhatikan hal-hal detil, pasti Anda sadar kalau kemampuan ini banyak didapati pada perempuan. Kita secara natural lebih mudah mengungkapkan perasaan atau pemikiran lewat rangkaian kata-kata.

Beberapa contoh ungkapan yang sangat mewakili pembicaraan perempuan dengan sahabat-sahabatnya (dan mungkin saja hanya bisa dimengerti oleh sesama perempuan):

Tentang kecantikan:
“Don’t be bitter. It leads to Botox.” (Catherine, ‘The Women’)

Tentang kebutuhan dalam urusan fashion:
“No, please, don’t get me a diamond… get me a really big closet.” (Carrie, ‘Sex & The City’)

Tentang persahabatan:
“To us. Who we were, and who we are. And who we’ll be.” (Bridget, ‘The Sisterhood of The Traveling Pants’)

Dan tentang mengalami patah hati:
“It feels like someone kicked you in the stomach, feels like your heart stopped beating, feels like that dream you know the one when you are falling and you want so desperately to wake up before you hit the ground but its all out of your control, you cant trust anything anymore, no one is who they say they are, your life is changed forever, and the only thing to come out of the whole ugly experience is no one will be able to break your heart like that again.” (Catherine, ‘The Women’)

We Share The Passion
Kenalan yuk dengan sahabat saya, Lala. Kami berdua adalah pemimpi. Kita seringkali bicara sampai pagi hari hanya untuk berbagi mimpi dan passion dalam banyak hal. Salah satu yang menjadi cita-cita kami berdua adalah memajukan kehidupan perempuan, dimulai dengan orang-orang yang ada di sekeliling kami.

Memang, kita bisa berbagi mimpi dan passion kepada siapa saja, namun tidak bisa dipungkiri, ada beberapa jenis impian yang hanya bisa dimengerti oleh sesama perempuan. Kita bisa mengerti karena kita sudah menghidupi keseharian dengan kebiasaan berbagi. Ada mimpi-mimpi yang tidak perlu diperkatakan, namun di dalam hati, kita dan sahabat-sahabat akan selalu tahu.

*

Dengan jujur harus saya akui, kedekatan saya dengan ketiga sahabat sudah teruji lewat banyak hal. Kami pernah melewati masa-masa berat bersama, berargumen dengan satu sama lain, saling tidak menyukai karakter satu sama lain, sampai hal-hal bodoh seperti ‘rebutan’ laki-laki (oops!).

Fakta kami mampu melewati itu semua dalam lebih dari satu dekade justru menjadi bukti solid kalau kami memang diperuntukkan untuk menjadi sahabat bagi satu sama lain.

So be glad if you have your ‘sisters’ around you. Not only we have the privilege to share the need, passion, and language (or even pants?), but moreover, we share the love. (*)

7 Responses to “Perempuan Yang Berbagi”

  1. wee Says:

    teman2 gw rata2 cewek n gw akuin bwt mereka kepercayaan terhadap seseorang untuk jadi sahabat itu emang sulit dipegang ras baik laki2 atau perempuan…

  2. Larasati Silalahi Says:

    Hehehe iya.. makanya kalau udah nemu yang tepat, pegang erat-erat yah neik. Tapi jangan posesif. LOL :-p

  3. bety Says:

    I don’t have any ’sibling’ sister, but got many sister friends around. They’re just like my ’soulmate’, u know. Many episodes in my life are completed with them in. yes, some of them go pursuing their dreams, but I never feel I lose them. They stay occupying some spaces inside me. But Laras, I think now I’m in the moment of kinda losing one of them. It’s not that she’s going somewhere, but I feel like I’m cheated! :(

  4. Dhella Says:

    nih tulisan Gw bgt, sumpah..abis baca gw jd kyak b’kaca sama diri sendiri.Mulai dri cewek pemegang miss gosip ampe TP-TP sama lawan jenis, huahahaha..gubrak bgt deh.Bravo Laras!!!….

  5. nik.e Says:

    aaaaah Laras..sama..sejak SMP saya lebih sering berteman dengan lakilaki. Namun, bagaimanapun saya tetap butuh sahabat-sahabat perempuan saya. Kami sudah bersahabat sejak hummm kelas dua SMP. sooo it’s been 11 years! meski saya (bisa dibilang) lebih sering jalan dengan temen2 laki-laki, tapi banyak hal yg hanya bisa dibagi dg sahabat2 perempuan saya.
    selain 3 sahabat yang udah lebih dari 1 dekade itu. saya juga bersyukur banget punya beberapa sahabat perempuan lainnya yg bisa diajak berbagi :)

  6. ndut Says:

    Laras, seneng dh baca tulisan dirimu. Jd pengen nulis juga neh…(ich ndut latah aja^_^) Sukses tuk Laras

  7. inyo Says:

    gw punya satu satunya kakak perempuan, dan dia juga bingung… who is the woman best friend ?

    diamond or gay man ?

    ask Laras better…

Leave a Reply