Makeover!
Viewpoint – HerWorld April 2009
Kira-kira, apa yang membuat Anda melihat seseorang lalu menilai dia dengan kata, “fashionable” atau “beautiful”? Kalau Mona Lisa tidak berada di dalam lukisan Leonardo da Vinci, melainkan berwujud manusia normal yang sedang jalan-jalan di mal, masihkah Anda menganggap dia cantik dan menarik?
Hal-hal seperti kecantikan atau tren fashion memang tidak ada ukuran pastinya, semuanya berjalan sesuai dengan jaman. Mungkin Anda pernah tahu ‘Venus of Willendorf’, imej perempuan cantik pertama yang hadir dalam bentuk patung di tahun 24.000 SM, yang ditemukan di Austria. Kalau saya bisa mendeskripsikan bentuk patung tersebut, mungkin saya akan memakai kata-kata seperti; cebol, aneh, dan sedikit kelebihan.. umm, berat badan.
Serius? Ya! Pada jaman dahulu, imej cantik memang jauh berbeda dengan apa yang kita percaya di jaman sekarang (langsing, tinggi, kaki jenjang, rambut panjang, kulit putih). Anda juga bisa melihat beberapa “buktinya” lewat karya-karya seni lukis yang dibuat di masa lalu, seperti ‘Venus de Milo’ (150-100 SM), ‘The Birth of Venus’ (1482), ‘The Three Graces’ (1628-1630), atau ‘Olympia’ (1863).
Segala sesuatu yang berhubungan dengan kecantikan atau tren fashion memang selalu bermula dari media. Kalau di jaman dahulu medianya berupa karya-karya seni lukis dan patung, jaman sekarang bentuknya berubah menjadi majalah-majalah dan acara-acara di televisi. Makanya, tidak heran kalau standar “cantik” kita adalah cantiknya para model, aktris, dan aktor. Bahkan terkadang kita masih bisa membandingkan “all the pretty people”, yang mana yang lebih cantik, ganteng, dan yang mana yang lebih fashionable. Nah, karena standar yang cukup tinggi itulah, manusia ingin sekali menjadi yang terbaik dalam urusan penampilan. Untuk yang bermasalah di area penampilan, tentunya perlu di-makeover! Semua orang yang mau di-makeover pastinya mempunyai motif yang jelas, yaitu supaya bisa diterima oleh lingkungannya. We do makeover, so then we can fit in!
Tapi tenang, kita tidak se-shallow itu kok. Ada seorang penata rias yang pernah berkata kepada saya, “Ketika kita pergi keluar rumah dengan dandanan yang pantas, sesuai dengan acara yang akan dihadiri, sesungguhnya kita sedang memberikan penghormatan kepada orang lain.” Dengan kata lain, ketika kita berdandan dengan pantas untuk menghadiri suatu acara (bekerja, menghadiri pesta, atau apapun), sebenarnya yang sedang kita lakukan adalah menunjukkan rasa hormat kepada orang yang telah mengundang kita, atau kalau konteksnya dalam bekerja, kita sedang menghormati atasan dan rekan kerja kita.
Okay, let me share you a secret. Saya bukan seorang perempuan yang “banci” dandan maksimal. Kalau boleh memilih, saya lebih suka memakai pakaian dan berdandan yang nyaman, tanpa harus memikirkan apa yang dilihat oleh orang lain. Kalau bukan karena tuntutan pekerjaan, mungkin Anda bisa melihat saya (versi lama) sebagai perempuan yang “biasa banget” dalam urusan penampilan. Karena pernah bekerja full-time di perusahaan korporat, saya terbiasa untuk berpakaian semi resmi, dan jauh dari kata edgy. Tidak heran dong, ketika akhirnya masuk ke dalam perusahaan yang bergerak di area lifestyle dan entertainment, tiba-tiba selera berpakaian serta dandan harus disesuaikan. Masih ingat benar setelah beberapa minggu bekerja di perusahaan baru, si bos memanggil saya, selain untuk memberikan review pekerjaan, juga menghibahkan sedikit “masukkan” dalam berdandan serta berpakaian. Jadilah beberapa minggu setelahnya, saya melakukan makeover habis-habisan, thanks to my friends who were very much concerned and took me out for shopping sessions! Tapi jujur ya, saat atasan saya memberi masukkan tentang penampilan, tidak terbersit sedikitpun perasaan sakit hati atau malu di dalam diri saya, karena saya sadar sekali, penampilan itu adalah hal pertama yang dilihat oleh manusia, dan sebagai orang yang profesional, kita harus mampu mewakili imej yang sudah dipercayakan perusahaan kepada kita.
Ngomong-ngomong soal makeover nih, menurut saya, segala sesuatu yang bisa terjadi secara fisik, sesungguhnya bisa terjadi juga di area kejiwaan kita. Kalau penampilan kita bisa di-makeover, tentunya apa yang ada di dalam diri kita juga bisa di-“makeover”.
Beauty Makeover
Coba saja kita ibaratkan make-up dan treatment kecantikan layaknya hal-hal yang bisa membuat wajah kita bersinar-sinar, mungkin “beauty makeover” untuk jiwa kita adalah perasaan terindah di dalam kehidupan, yaitu cinta. Cinta bisa membuat wajah kita bersinar-sinar, cinta juga yang bisa membuat kita merasa fit walaupun baru saja begadang dua malam menemani pasangan yang sedang bekerja lembur. Sama juga seperti make-up yang bisa menutupi kerutan-kerutan wajah, cinta juga bisa membuat kita bahagia, tidak merasakan stres yang berlebih, dan pastinya terlihat awet muda. Kalau treatment kecantikan selama ini menjadi “pelepasan” dari rutinitas bekerja yang melelahkan, menghabiskan waktu bersama dengan orang yang kita cintai juga mampu membawa suasana relaksasi untuk jiwa kita. Who doesn’t want that? Jika Anda berpikir “beauty makeover” bisa mengeluarkan hal-hal terbaik dari diri kita, itu juga bisa diciptakan oleh rasa mencintai dan dicintai. Love brings out the best of us!
Fashion Makeover
Bagaimana dengan “fashion makeover”? Mengingat pakaian, sepatu, tas, ikat pinggang, dan lain sebagainya adalah “objek tambahan” yang menempel di badan kita, mungkin lucu juga kalau saya ibaratkan “fashion makeover” untuk jiwa adalah hal-hal “pelengkap namun penting” yang mampu membuat kita tampil maksimal, misalnya orang-orang terdekat seperti keluarga (pasangan, anak-anak, atau keluarga di mana kita dibesarkan) yang bisa membuat kita lebih percaya diri ketika kita harus tampil di tempat umum. Atau mungkin sahabat-sahabat terbaik kita yang selalu ada di sana untuk memberikan dukungan di saat-saat sulit. Bisa juga hal-hal seperti mimpi dan passion yang mendasari pembentukkan karakter dan kepribadian kita. Fashion statement always speaks about personality and character. Again, if it works for you physically, it also works for you spiritually.
Semoga saja kalau hari ini Anda memutuskan untuk melakukan ”makeover” dari dalam, bukan hanya semata-mata untuk “fit in”, karena alasan itu tidak akan tahan lama. Pastikan diri Anda untuk melakukan “makeover” dari dalam dengan tujuan untuk meraih kebahagiaan sejati, sehingga apa yang ada di dalam bisa terpancar keluar dari diri Anda dan dirasakan oleh banyak orang. Milikilah cinta, milikilah mimpi dan passion. Kelilingilah hidup Anda dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Anda. Ketika kecantikan dan tren fashion bisa dicuri oleh waktu dan orang lain, saya yakin, “kecantikan” yang ada di dalam kita tidak akan pernah bisa dicuri oleh siapapun atau apapun selama kita menjaganya dengan baik.
Mona Lisa dalam wujud manusia normal yang sudah mengalami “makeover” dari dalam, pasti setuju dengan saya. (*)
- 4 Comments »
- Posted in Laugh, Learn, Live, Love on April 27th, 2009

June 1st, 2009 at 2:21 am
pertamaxxx
June 9th, 2009 at 10:41 pm
Hei Laras, gw sukaaaaa bangettt baca tulisan lo and baru kali ini gw comment disini. Keren abis dan blog lo bener2 menginspirasi gw buat menyalurkan hobby nulis gw. Thanks ya, Ras…
June 15th, 2009 at 4:47 am
July 8th, 2009 at 9:33 pm
Thanks Mera! Sering-sering dropping by ke sini ya