Jangan Puji Saya!
Nggak jelas juga apa ini kecenderungan orang Indonesia, atau memang orang pada umumnya, kok kayaknya susah banget terima pujian. Cerita berikut adalah percakapan dengan Mbak Gayat, pembantu di rumah, yang terjadi lima menit yang lalu ketika gw makan siang:
“Masakan kamu hari ini enak banget. Saya suka lumpia vegetarian-nya.”
“Ah, masak.”
“Bener, enak banget! Lebih enak dari lumpia bikinan Mbak Windy (pembantu lama yang masakannya bisa bikin orang pingsan sangkin enaknya).”
“Ah mana mungkin, Mbak Windy kan jago banget masaknya.”
“Ya makanya saya muji kamu nih, enak masakan kamu hari ini, lebih enak dari masakan Windy.”
“Enggak mungkin.”
“Jadi kamu nuduh saya bohong?” (I was testing her)
“Ya enggak Mbak, tapi memang masakan saya nggak enak kok.”
“Eh, Mbak. Santai aja lagi. Kalau dipuji sama orang, tinggal bilang ‘terima kasih’.”
“Hehehe…”
*
Mungkin kita mikir, pasti itu karena dia bukan orang berpendidikan, pembantunya Laras kan lulusan SD. OK, dikasih contoh satu lagi ya? Sekarang kita bandingkan dengan seorang teman yang lulusan S1 Psikologi dari salah satu universitas swasta terkemuka di Jakarta.
“Make up lo hari ini bagus banget.”
“Ah masak sih…”
“Iya, beneran. Muka lo terlihat seger!”
“Ah enggak, biasa aja…” (si pemuji mulai merasa males)
“No, seriously. Kulit muka lo lagi fit banget bo. Pasti karena beauty sleep lo cukup.”
“Ah beneran, biasa aja kok kulit wajah gw…”
“@#*^*@$^@&!?!?”
*
What’s with people and compliments? Kenapa gitu, kayaknya susaaaaaaaaaaah banget terima pujian dari orang lain? Santai aja ah. Menurut www.wikihow.com, beginilah cara paling OK untuk menerima pujian: http://www.wikihow.com/Take-Compliments
Bagian yang paling gw suka, “Smile.. thank them.” Bener banget tuh. Senyum, dan bilang terima kasih. Sesederhana itu, seringan itu, kenapa harus jadi beban sih?
Tapi ingat ya, jangan jadi berlebihan juga. Kadang-kadang gw suka gitu soalnya, cuma becanda sih. Yaaaaah, just to spice things up a bit ;-D
“You look so good today.”
“Thanks.”
Terus berlanjut…
“Tell me something I don’t know.” (sambil senyum)
- 15 Comments »
- Posted in Learn on August 20th, 2008


August 20th, 2008 at 3:01 am
ada 2 kmngkinan seh..1)mungkin krn dh jadi pola umum orang beri pujian hanya u berbasa-basi..krn bingung itu bener or cuma basa basi jadi kebanyakan reaksi orang basa-basi juga. 2) mu dipuji lebih lagi, ayo pujilah saya huhhehee…
August 20th, 2008 at 1:51 pm
Setuju. In fact ini juga gue alamin sendiri.
Instead of berterima kasih biasanya gue malah ‘berdalih’.
Ah biasa aja… ah masa sih…
Tapi gue percaya ini karena adat timur (atau jawa??).
Orang timur, Indonesia terutama dari kecil dibiasakan merendah. Dan dari jaman dulunya emang kita dibuat sedemikan rupa supaya terus2an menunduk (merendah).
Cuman ini suka kelewatan.
Menurut gue sih yang yang tepat: tetap rendah hati dan berterima kasih.
“ah masa sih… terima kasih lo tapi…”
August 20th, 2008 at 8:26 pm
berhubung jarang dipuji (hahahha, ni salah satu dalih bukan ras?!) gue mah asik-asik aja kalau dapet pujian..
but when it comes to my job, gue bakal senang sekali kalo bos gw bilang “karina you’ve done great” or “your idea is great”..
dengan senyum selebar bulan sabit gue dengan percaya diri akan bilang “thank you Sir”…
So..nikmatin aja selama pujiannya positif dan memotivasi kita jadi manusia yang lebih baik…hihihihih
August 20th, 2008 at 8:26 pm
hahaha.. klo gue di kantor suka lebih ekstrim lagi, ras.
Ada colleague yang bilang, “loe klo pake rok pendek bagus yah, win, gak kliatan seksi mengundang gitu. Mungkin karena postur loe kali yah..”
dan gue saut dengan, “jadi maksud loe gue pendek?!!!!!” *nada nyolot*
temen gue: *pasang tampang kaget*
hahahha…..
Mungkin mereka2 itu gak trima dipuji karena gak yakin beneran dipuji ato cuma basabasi. Dan atau mereka gak yakin pula expertisenya disitu. Kaya temen loe yang anak psikologi itu mungkin dia emang ngrasa gak jago dandan, jadi pas loe puji dia malah gak terima. Atau pula dia biasa dikeliling orang yang jago masak (pembantu loe) sehingga ngrasa masakannya biasa2 ajah.
Coba deh loe bilang ke temen loe yang badannya agak berisi tapi bagus, yang kluarganya semuanya semampai, bilang klo “loe kurus yah!” Pasti dia nolak dibilang kurus.
Kebanyakan teori nih gue
August 20th, 2008 at 8:27 pm
kalau menurut saya sih selain emang seperti bung rama bilang, budaya timur, (mungkin) karena emang dasarnya ada manusia-manusia yang jarang dapet pujian/compliment. lantas ketika pujian itu datang, jadi nya aga” gagap, ga tau harus bgimana. saya juga bgitu sih dulunya.
skarang sudah persis seperti tipsnya bilang.
cukup senyum ajah.. walau senyum saya kurang manisss (lahhh eeee.. belun dipuji uda merendah) hehe =p
August 20th, 2008 at 9:41 pm
Dari memuji KENA DEH atau HOLE IN THE WALL, sampe ke memuji lagu lagu di album gue, sampe ke memuji tulisan dan pemikiran gue, sampe kepada memuji penampilan fisik gue (I know what you’re thinking…) gue selalu bingung bagaimana reaksi gue. Karena pada dasarnya, gue selalu berhati hati dengan perasaan orang.
Itu dulu.
Sekarang gue terlalu capek untuk menyaring kata kata.
Biasanya gue bilang “Ahh, biasa aja”
Sekarang gue bilang “Hehehe, terimakasih – kemudian mengalihkan pembicaraan.
Kalau gue lagi ada semangat belajar, maka gue akan bilang “Terimakasih, ada masukan gak?”
Tapi jawaban terakhir tidak termasuk kepada pujian fisik.
Kalau ada yg muji fisik, gue kawinin. Laki ataupun perempuan.
Untungnya, baru 1 orang yang bilang gitu.
Gamila
August 21st, 2008 at 1:02 am
Betty: Make sense sih, soal basa-basi, tapi biasanya kita berasa kan kalo pujian itu tulus atau enggak…
Rama: Jangan suka bawa suku bangsa dong.. kasian banget Jawa, udah keringetan kalo tidur, suka yang manis-manis, masih harus ditambah menunduk? Hehehe…
Karina: I think you did okay kok dalam menanggapi pujian
Winda: Temen gw yang anak Psikologi itu jago dandan! Nggak berani keluar kamar tanpa make up. Hahaha…
Ruby: Nice to know that you still read my blog during Sydney life!
Pandji: Firstly, kayak yang gw bilang di kantor tadi.. gw nggak nyangka lo termasuk yang mati gaya kalo dipuji! Btw, gw punya dua orang temen yang ngefans abis sama elo, dan mereka menganggap lo ganteng (gw juga merasa elo keren – secara fisik). Jadi gimana nih?
August 21st, 2008 at 1:33 am
Gw yakin banget elo tipe orang tersenyum dan lsg bilang thank you thank you! Hahahaha
It’s always good to acknowledge the praises that you receive in life. It gives you the boost..
August 29th, 2008 at 10:09 am
G baca blog ini gara2 promosi Panji and he is right! This blog is so enjoyable..
September 3rd, 2008 at 5:56 pm
hahahha….
yah bener brarti gue kebanyakan teori
September 15th, 2008 at 11:50 am
Lumpiaaaa….. pengen!!!
September 19th, 2008 at 4:18 am
seharusnya, kalo kita dipuji tuh dijawab dengan,
“ah.. lo mau minjem duit berapa, jujur aja?”
March 1st, 2009 at 12:04 am
ya, sebenarnya itu juga ujian kali ya buat orang yang di puji, bisa jadi setelah dipuji kita tidak bisa menjaga sikap dan perbuatan kita akhirnya sia – sia juga, ya intinya kalau kita di puji kita wajib bersyukur dan semunya di kembalikan pada Allah SWT. ya ngak ?
March 1st, 2009 at 5:39 pm
@Eko: Agree!
August 4th, 2009 at 7:47 pm
kalo menurut g mereka masih pengen dipuji, that’s why they kept on denying. pura2 ga setuju sama pujian orang lain sambil bilang ‘masa siy?!’ dan lain lain bentuknya supaya kita terus dan terus muji mereka untuk meyakinkan mereka bahwa pujian kita tuh beneran,.. sarakas?? coba dipikir2 lagi.. Hehe…