Jangan Pintar Doank

Kalau ada orang yang bertanya ke orang tua gw tentang keunikkan gw sewaktu masih kecil, pasti keduanya akan bilang hal yang sama.
“Sementara anak-anak kecil lain biasanya minta dibelikan mainan atau dikasih uang jajan ekstra, kalau Laras tuh agak sedikit beda. Setiap mau ditinggal sama Papa Mamanya, dia selalu minta ditinggalin setumpuk kertas sama spidol warna-warni. Buat menggambar, katanya. Anak itu sukanya mojok, menggambar, melukis, atau baca buku saja.”
I used to think I was weird, until I finally came to know myself as a whole being. Bahkan gw tau, sampai sekarang masih banyak orang yang suka bilang kalau gw aneh, selalu tenggelam sama pikiran, dan senang berimajinasi dan berkutat sama hal-hal kreatif. So what, that’s my world
Waktu kecil dulu, ada satu hal yang selalu menjadi impian gw.. yaitu hidup di satu negeri yang isinya kreativitas. Gw bisa bebas nyanyi, nari, gambar, menulis, dan dikelilingi oleh orang-orang yang juga menghargai karya seni. Ternyata impian gw itu sudah diwujudkan oleh seorang laki-laki bernama Dik Doank, yang (jujur saja) baru gw benar-benar ‘kenal’ setelah mendengar soal Kandank Jurank Doank (KJD), satu Komunitas Kreatifitas untuk anak-anak kurang mampu antara usia enam sampai dua belas tahun.
Hari Jumat, 23 Januari 2009 yang lalu, akhirnya gw mendapat kesempatan untuk berkunjung ke KJD bareng teman-teman dari Samsung Electronics Indonesia (SEIN) yang mendukung lewat program CSR-nya – Samsung Hope Indonesia, Think.Web, dan temen-temen baru yang asik-asik orangnya (ihiy, GR pasti lo semua!), mereka adalah Ndoro Kakung, Chika, Ollie, dan Iqbal.
Selain touring keliling KJD, yang ternyata lengkap dengan ruang-ruang kelas (multimedia, fotografi, etc), dan outbond, kita juga menyempatkan diri untuk hadir di salah satu kelas mereka. Gw suka banget melihat anak-anak yang ditantang untuk bisa berpikir kreatif (pintar doang nggak berarti kreatif), menciptakan alat transportasi baru yang bisa dipakai di darat, laut, dan udara. I could see some of them looked excited, and some were clueless :-p
Ketika kelas berlangsung, gw menyempatkan diri untuk ngobrol dengan beberapa orang tua dari anak-anak itu. Menurut beberapa tante di sana, biasanya mereka mengikuti kelas di KJD setelah atau sebelum masuk sekolah, misalnya sekolah pagi, ya ke KJD siang, kalau sekolah siang, ke KJD-nya pagi. Paling enak kalau akhir pekan, lebih ramai, katanya. Gw pribadi sih setuju banget, daripada anak-anak bengong nggak tau mau ngapain, lebih baik waktunya dipakai untuk suatu hal yang berguna dan menyenangkan.
Para orang tua juga bercerita kalau anak-anak dari kelas tari Saman sudah sering mengisi (tampil) di acara-acara kantoran, bahkan acara-acara yang melibatkan kerjasama dengan negara-negara lain. Wow!
Sore itu Mas Dik sempat bertanya, “Berapa banyak keluarga di jaman sekarang masih menempelkan kertas gambar di kulkas atau di tembok rumah?” Gw yakin jawabannya, nggak banyak
He really had a good point. Sudah seharusnya orang tua lebih mendorong anak-anaknya untuk berkarya, menghargai apa yang menjadi ide atau imajinasi kreatif mereka karena banyak anak-anak yang mungkin ranking lima besar di sekolahnya, tapi belum tentu memiliki daya imajinasi yang tinggi.
Di akhir dari acara, gw sempet ngobrol singkat dengan Mas Dik sendiri. Sedikit sharing saja tentang gimana senangnya gw ada di sana, melihat anak-anak belajar untuk bisa lebih lagi menyalurkan kreativitas mereka, dan terlebih lagi, melihat salah satu mimpi masa kecil gw yang terwujud berkat adanya orang-orang seperti Mas Dik (juga semua relawan pastinya!).
Mungkin untuk gw sendiri dan beberapa orang lain, kami cukup beruntung bisa mengecap pendidikan di luar negeri yang entah kenapa, sepertinya lebih banyak menekankan untuk berpikir kreatif daripada (kurikulum) yang kita punya di negeri ini. Well, let’s stop complaining and just do our part to give support for the BEST education in our beloved country. Let’s start with the simplest thing, by clicking on this, and take part in the voting process (on any beneficiaries).
Create better futures through our fingers
- 15 Comments »
- Posted in Learn on January 27th, 2009
January 28th, 2009 at 10:36 am
[...] Original posting [...]
January 28th, 2009 at 1:10 pm
seneng ya kalau masih punya ruang untuk bermain sehingga anak-anak itu bisa bebas mengeksplor kreativitasnya ^^ salut buat Oom Dik Doank
dulu saya gambarnya gak pake kertas jeng tapi corat coret tembok hehehe
salam kenal ^^
January 28th, 2009 at 10:57 pm
Terima kasih Laras yang sudah mau meluangkan waktu berkunjung ke KJD (walaupun berjibaku dengan sepatu tinggi nya :p).
Buat gue pribadi pengalaman kemarin bener-bener luar biasa karena ternyata hikmah & manfaat nya jauh lebih besar dari jalanin tugas itu sendiri.
Terima kasih sekali lagi.
January 29th, 2009 at 12:50 am
@Ansella: Salam kenal juga
Wah, nggak beda jauh, dulu gw juga suka coret-coret tembok.. kalo nggak ada spidol, usaha lho nyoretin pake air atau apapun yang ada di sekitar gw.. ahhaahaha…
@Ramya: Terima kasih juga untuk kesempatannya.. aduh, kalau soal high heels itu udah gw confirmed ke seseorang sih, nampaknya dia kurang begitu mengerti fashion perempuan :-p Yaaa itung-itung itu pengorbanan seorang perempuan untuk kreativitas (halah!)
January 29th, 2009 at 10:35 pm
Hoollaa laras,tgl 27 kemarin blog ini blm bs di buat komen. tumben udah di buka.
emang laras bs menggambar?,bsk gue bagi you pena+kanvas..mo buat gambar apa?. laras s7 dg the pen is the tongue of the spirit…..itu ada di diri lo kok.
January 30th, 2009 at 8:07 am
huahahahaha…masih inget betapa tingginya sepatu laras!
January 30th, 2009 at 11:23 am
kalok aku malah over-kereaktif bin menyimpang kayaknya,
bukan cuma hobby nggambar& corat-coret dr kecil, tapi pas masuk sekolah, sejak teka sampek kuliyah, hobby nggambarin buku paket, diktat, materi whatever-lah, pokoknya yg bisa digambarin…sampek jadi buron perpus esempe gara2 nge-modif ilusterasi di buku paket pinjeman, pake rapido 0.1, sampek hampir persis kayak tinta cetak, dr tadinya bergambar guru berambut rapi jadi berambut acak-acakan, dr tadinya gambar gurunya separo badan jd seluruh tubuh plus pake rok mini *oops*
lesson 2 learn: di negri ini, being creative kadang-kadang malah bisa divonis kelainan
January 30th, 2009 at 10:26 pm
Hai Larasati,gw setuju dg pendapatnya fridita..pena itu lidahnya jiwa.gw faham tulisan lo perkalimat,intinya qita tunggu novel aza kalee yee,setuja laras?. salam kenal buat fridita dan jg larasati silalahinya.
February 3rd, 2009 at 9:08 am
nah…sesibuk2nya gw ( sebenernya sok sibuk) masih nyempetin chek website lo buat up date isi pikiran lo..sambil berharap bisa ketularan ma gw…..emang..jadi inget zaman dahulu kala….suka banget terobsesi jadi leader….sampe2 anak2 seRT gw kumpulin..eh pas gede emang kesampaian suka memimpin ( alias memerintah..hahaha)..trus gw juga doyan bgt baca,gimana ngak belum TK aja dah bisa baca,jadi klo lagi diajak jalan ama BOnYOK gw slalu baca setiap tulisan yang ada selama perjalanan gw…sampe2 gw dicap KUTU BUKU…alias aneh……LARAS…mmmmm…4 jempol buat lo…anak zaman skr harus diberi ruang buat berkreatifitas…..
February 3rd, 2009 at 1:47 pm
ras sempet outbound ga sama high heels na??
February 9th, 2009 at 7:29 pm
ia bgt ras,gw juga suka bgt baca n nulis, gw kecil gw pernah dapat nasehat dari seseorang :”walaupun sedikit yg kamu baca itu sangat berarti bagimu”sejak itu secapek2nya gw pasti sempetin baca apapun yg bisa gw baca.
February 18th, 2009 at 2:46 am
@Riko, Echa: Way to go! Masih diterusin kan hobby bagusnya itu?
@Wee: Untungnya enggak!
February 26th, 2009 at 12:01 pm
mau jawab pertanyaannya Dik.
Yup, ga banyak yg nempel kertas berisi gambar di kulkas atau dinding, tapi rumah gw salah satu dari yang sedikit itu.
sekarang di kulkas, di dinding, di meja rias rumah gw banyak ditempeli kertas berisi gambar keponakan-keponakan. Mungkin ini ortu meneruskan tradisi waktu gw kecil dulu (hanay gw karena dua kakak gw nggak gitu suka gambar)yang suka nempel kertas isi berbagai macam gambar di dinding kamar.
menurut gw itu bentuk apresiasi dan dukungan keluarga akan kreativitas anak
March 8th, 2009 at 7:00 pm
hai laras lam kenal yach…lo bisa gambar yach…?? waoow keren tuch…cz selama ini gw paling anti ma seni gambar alasannya gw emang dari kecil gak pernah suka ma hal-hal yang berhubungan dengan dunai gambar…kapan-kapan ajarin gw yach…hohohoho sapa tau gw bis ajadi pelukis ternama…hihihio…mimp[i kali yee………
May 18th, 2009 at 4:51 am
perjalanan yg “menyenangkan” ya, ras