Go to content Go to navigation Go to search

iQuit!

Kemarin malam gw baru nonton film “Magnolia”. Yeah, a bit too late, but still.. scenes film-nya masih nempel di kepala gw sampai sekarang. Sebel banget ngeliat karakter peran Tom Cruise yang gayanya super tengil, stress ngeliat tokoh-tokohnya yang mostly orang depresi, belum lagi hujan kodok yang gw harap nggak akan pernah terjadi di dalam kehidupan gw :-p

Back to ‘tokoh-tokohnya yang mostly orang depresi’, mereka memang orang-orang stress yang seumur hidupnya cuma bisa memendam rasa marah atau rasa kesel, sampai akhirnya numpuk, and finally they wanted to quit it. Kayaknya ‘gampang’ banget untuk mereka nelen pil, ngambil pistol, atau lompat dari gedung bertingkat, in the name of ‘quitting’.

Yah namanya hidup, pasti ada momen di mana kita pengen quit. Capek sama kerjaan, capek karena rutinitas, capek karena banyak pertanyaan-pertanyaan yang nggak terjawab, capek sama urusan relationships, capek harus dealing sama orang-orang yang kerjaannya cuma bikin beban, dan masih banyak jenis-jenis rasa capek yang lainnya. Gw nggak naif, gw juga tau kalau ada jenis-jenis rasa ‘capek’ ekstrim yang mungkin bisa bikin orang pengen ‘quit’ dari kehidupannya. I understand.

Dua hari yang lalu I felt like quitting from this one thing I’ve been entrusted to do. Kalau mau cari short cut, it would be easy for me to say, “I quit, I give up”. Tapi untuk seseorang yang terlalu banyak belajar soal proses ‘letting go that is not mine’, gw tau betul bedanya ‘quitting’ sama ‘letting go’. The former one is very much self-centered, while the latter is not.

‘Letting go’ is when you know that the season is over, you know that what you have right now is better off being done by someone else, and you just know that there is something better in store. While ‘quitting’ is simply wanting to stop doing something just because you don’t want to bear the burdens any longer (or you can’t live with the consequences). Kayaknya gw nggak perlu point it out ya, yang mana yang winner’s attitude, yang mana yang.. umm, loser’s.

If you think I’m being judgmental here, wait until you finish reading this posting. Give me another minute, would you? :-)

Try to say, “I quit” in front of those ladies who don’t know how it feels to just hang out for fun, due to taking care of their mother who’s facing death.

Try to say, “I quit” setelah nonton “Laskar Pelangi”.

Try to say, “I quit” di depan seorang ayah penjual barang bekas yang lagi narik gerobak di bawah terik panas matahari Jakarta. Oh yah, di dalam gerobak itu ada anaknya yang berseragam SD, baru pulang sekolah.

Try to say, “I quit” kepada orang tua lo yang lepas dari segala kekurangan mereka, sudah ngerawat lo dengan keringat. Paling enggak elo masih bisa bernafas, masih bisa punya uang untuk main internet, ngerti yang namanya blog, dan bisa baca posting ini.

Try to say, “I quit” ketika jam 3 subuh elo ngeliat bapak-ibu yang dengan sekuat tenaga mendorong gerobak sayur, siap-siap untuk berjualan di pasar, sementara elo lagi nyetir di mobil lo yang bagus, baru aja pulang clubbing atas nama pelampiasan patah hati, putus cinta.

Try that.

If you find it hard to do so, then you know that quitting costs too much. But if you find it easy, at least you know who you are.

7 Responses to “iQuit!”

  1. rane Says:

    holy cow…. kita lahir di tanggal yg sama!!! cuma saya lahir 86 ahauahuha

    scorpion rules!

    eh eh, quit dr apa/mana??

    cheeeeerrss :)

  2. rane Says:

    eh maap, masa td tex nya gamau keluar hueheuhe

    cheeers lg ah :”> (malu)

  3. henrygerson Says:

    lovinn this one dear!

  4. ella Says:

    kali ini gw benar2 tertampar sama posting lo yang ini. gw sering ngerasa pengen kluar dari smuanya, tp posting lo yg ini menyadarkan gw ras. stelah baca posting ini gw jd ngerasa beruntung bgt ras, masih bisa sekolah sampe jenjang ini, masih bisa ngedapetin apa yg gw mau, dan masih2 yg lainnya.

  5. ekSi Says:

    thank you. for this post. sebenernya kalau lagi down, gue juga suka inget2x ini. kaya lagunya Oasis, “Some might say, they don’t believe in heaven. Go and tell it to the man who lives in hell” :D hehehee Love your post…

  6. riko Says:

    wow…2 jempol buat lo laras…even gw cuma denger lo diradio…tapi gw cukup paham lah sapa yang siaran pake hati en sapa yang siaran pake topeng…en lo siaran pake hati karna meurut gw, klo kita siaran pake hati yang denger juga bakaln siaran pake hati en rela deh nunggu hari lagi buat dengerin kita siaran…sumpah gw sempet ngerasa pengen nyerah dari suatu beban tapi klo inget orang2 yg gw sayang jadi lupa buat nyerah…wow cara nulis lo ngalir..emang cocok jadi penulis neng…senengnya bisa diterima dengan baik oleh seorang penyiar kondang kota megapolitan…keep the good work ( gw dengerin siaran lo klo di relay diHRDN bandung)

  7. giok Says:

    thank you girl..tiap saat gw selalu mw bilang “i quit..i give up for this life” but thanks god setelah baca yang satu ini ternyata mungkin gw terlalu lupa bersyukur..caiyo n never give up

Leave a Reply