Worth Having, Worth Pursuing
Ada satu pepatah yang diajarin sama nyokap gw ketika gw masih kecil. Biasanya kalimat ini keluar ketika salah satu dari anak-anaknya ada yang berantem, rebutan mainan. Supaya salah satu anaknya ada yang mau minta maaf duluan, nyokap mancing dengan pepatah itu.
“Mengalah bukan berarti kalah,” said mom. Prinsip itu masih berlaku sampai sekarang. Kadang-kadang kita memang harus tahu kapan saatnya mengalah dan membiarkan sesuatu lepas dari tangan kita, dan itu nggak membuat kita menjadi seseorang yang kalah dalam pertandingan. We’re not losers for doing that.
As much as I believe it, as much as I know that there are some truths in it, menurut gw pernyataan ini cuma berlaku untuk konteks tertentu saja. Contoh, mengalah untuk meminta maaf (lepas dari kita salah atau enggak, just simply having the bigger heart).
‘Mengalah bukan berarti kalah’ ini agak-agak tricky, sepertinya nggak bisa diaplikasikan ke semua area kehidupan. Let’s say you want something/someone so bad, of course I don’t encourage you to just stop putting effort to be THE winner!
Beberapa malam lalu gw ngobrol panjang sama seorang teman yang lagi merantau (halah!
) tentang hal ini, konteksnya adalah tentang relationship (namanya juga dua perempuan ngobrol di malam hari, pasti nggak jauh-jauh dari sini ya topiknya?
), tentang seorang teman yang selalu ‘mengalah’ ketika ada orang lain yang menginginkan orang yang sama dengan dia. Nggak ada salah atau benar sih, kan memang hak segala bangsa untuk ‘tetap mengejar’ atau ‘berhenti mengejar’. Tapi jujur aja, temen gw dan gw malem itu menyimpulkan kalau nggak selamanya kita harus ngalah! Kenapa harus ngalah, kalau memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk ngedapetin apa yang elo mau?
Menurut gw, ketika seseorang bilang, “You’re free to go.. if we’re meant to be, nanti juga kita deket lagi,” itu sama sekali nggak ada hubungannya sama pernyataan nyokap gw di awal tulisan ini, karena pernyataan pertama itu jiwanya lebih tentang berbesar hati untuk melakukan sesuatu yang benar, sementara di kasus having/pursuing relationship ini, jiwanya lebih tentang ‘mengalah karena merasa kalah’ atau mungkin ‘orang ini nggak worth having/pursuing’. Kayaknya sih begitu, semoga gw nggak salah
Gw mencoba memposisikan diri sebagai laki-laki nih ya (biar kayak Beyonce dikit yah neik, “If I Were A Boy” gituuu :-p).. kalau dari beribu-ribu temen-temen gw di muka bumi ini bisanya cuma ngisi kepala gw dengan hal-hal complicated dan ribet, ketika gw ketemu seseorang yang bisa membuat gw santai, ngobrol nyambung, anaknya menyenangkan, dan punya semua kriteria yang gw cari, tinggal tunggu momentum yang tepat, I would do anything to get her. Gw nggak akan menyerah ketika gw ngeliat saingan-saingan. I would never ‘ngalah’ in this case, not even expect her to change. “Dia harus lebih nunjukkin kalo dia suka sama gw juga dong,” atau “Dia harus berhenti flirting sama cowok-cowok lain dong,” ataaauuuuu… “Dia nggak seharusnya baik sama semua orang,”… if I really like a person, there is nothing in this world I would want to change, because if they want to change.. they will!
Funny how I talked to these two guys yesterday, on this topic, dan konklusinya bener-bener menarik banget. Note that these two guys bedanya kutub utara dan selatan dalam relationship, yang satu udah pacaran ribuan kali, yang satu lagi belum pernah pacaran (sengaja nih, gw cari dua pendapat dari pihak-pihak yang cukup ekstrim). Both of them said the same thing, menurut mereka nggak ada kebutuhan untuk nggak jadi diri sendiri, kalau pihak sananya emang niat, dia akan mati-matian berjuang untuk dapetin hati lo. Way to go, guys!
Tadi malam (sebelum gw terbangun dengan sendirinya jam 3 subuh
(( hiks!), ketika gw lagi nonton ‘Scrubs’ season 4, CD ke-6, ada cerita soal pasien yang pengen operasi karena nggak pengen diet sehat (taking shortcut) dan Dr. Turk yang lagi pusing nyelametin hubungannya sama Carla. Dr. Kelso, salah satu tokoh yang paling nyebelin (menurut gw) di film itu, ngomong satu hal yang langsung jedaaarrrr, kena banget di gw. He said, “Nothing in this world that is worth having comes easy!” Aaaaah. Agreeee!!!
My thought is very simple, no hidden agenda, it’s plainly logic. When you want something/someone so badly, you will know what to do.. and you will do it.
I hope it’s not just me
- 16 Comments »
- Posted in Learn, Live, Love on December 8th, 2008















