Sunny day, sweepin’ the clouds away!
Banyak orang suka bertanya, “Kenapa elo masih suka Elmo sih?” Selalu gw jawab, “Karena ada sisi anak-anak dari diri gw yang tidak boleh hilang. The part of me that keeps me sane during my hectic adult life.”
Gw suka bingung lho, kenapa anak jaman sekarang cepat sekali ingin menjadi dewasa. Sepertinya masa kanak-kanak terlalu membosankan, sampai mereka tidak sabar ingin mengenakan sepatu tumit tinggi, lipstick, atau belajar menyetir. Padahal, ketika umur kita sampai ke angka 25, sering sekali merindukan masa anak-anak yang tidak bisa balik lagi.
Kecenderungan ‘ingin cepat tua’ ini juga yang membuat anak-anak jaman sekarang (termasuk di Indonesia) lebih menggemari lagu-lagu orang dewasa daripada lagu-lagu anak-anak. Coba cek, ada berapa banyak penyanyi cilik di Indonesia sekarang, atau mungkin orang-orang dewasa yang menciptakan atau menyanyikan lagu untuk anak-anak? Anak-anak di bangku TK/SD saja sudah sangat fasih menyanyikan lagu-lagu RAN atau bahkan The Click Five. Tidak salah sih, cuma sayang saja. Sebagai orang yang tipenya ‘menikmati musim’, gw sangat percaya kalau kita hidup, jangan hidup di dunia orang lain. Living our life to the fullest. Jadi kalau memang masih berwujud anak-anak, hidupilah dunia anak-anak.
Sewaktu TK di Australia dulu, salah satu hobi gw untuk menikmati visual dan audio adalah dengan menonton Sesame Street (US). Kalau jaman sekarang, program TV musik (edukasi) anak-anak yang ngehits di sana (Nine Network) mungkin Hi-5 (hi5.com), grup penyanyi yang isinya orang-orang dewasa, namun menciptakan dan menyanyikan lagu anak-anak. Acara TV mereka ini sudah disiarkan ke kurang lebih 83 negara-negara di dunia.
Grup musik anak-anak lain yang juga cukup gw kenal adalah The Wiggles (www.thewiggles.com.au), lagi-lagi, mereka adalah band dari Australia (ABC Network) yang terbentuk di Sydney, tahun 1991. Sama seperti Hi-5, The Wiggles banyak mengeluarkan hits lagu anak-anak yang menjadi favorit.
OK, sedikit pengakuan, gw masih suka nonton Hi-5 dan The Wiggles di cable, dan gw selalu merasa refreshed setelah menonton
Senang banget melihat anak-anak kecil yang nyanyi bareng sambil lompat-lompat. Tidak jaim. Tidak buru-buru pengen kelihatan ‘cool’. Deep inside my heart I wished that they would stay innocent, at least until their mature seasons come.
Terlalu berlebihan tidak ya kalau gw berharap di Indonesia kita juga punya grup musik macem itu? Anak-anak Indonesia juga bisa menikmati musik sesuai dengan umur mereka, bahkan belajar banyak hal tentang kehidupan – termasuk mempersiapkan diri untuk pelajaran sekolah – lewat musik sejenis itu. Nanti kalau sudah duduk di bangku SD, seperti Wulan dan teman-temannya (http://samsunghopeid.org/wulan/), baru deh bisa dicoba metode-metode menarik lainnya yang sesuai dengan umurnya (http://samsunghopeid.org/beneficiaries/). Thank God for Samsung Hope!
Mungkin mimpi gw terlalu tinggi, mungkin gw sudah tidak terlalu mengerti dunia anak-anak jaman sekarang, tapi gw nggak bisa membuang dunia anak-anak yang akan selalu ada di dalam diri gw.
Seriously, let it be 26 years old, or even 50 years old… I will always remember the lessons through music that I have learned during my childhood (pre-school).
“Sunny Day
Sweepin’ the clouds away
On my way to where the air is sweet
Can you tell me how to get,
How to get to Sesame Street
Come and play
Everything’s A-OK
Friendly neighbors there
That’s where we meet
Can you tell me how to get
How to get to Sesame Street..”
- 13 Comments »
- Posted in Learn on February 26th, 2009


